KOLABORATOR 10 TAHUN LAWLESS JAKARTA: Bunga Fatia
14 Nov 2025
Bunga Fatia, seorang graffiti artist asal Jakarta yang pada tahun 2014 silam mendirikan Ladies on Wall yang bertujuan mengajak perempuan untuk lebih berkontribusi kepada komunitas melalui jalur seni graffiti. Selain di Indonesia, Ladies on Wall juga sudah memiliki perwakillan di Brisbane, Australia. Dalam proyek kolaborasi 10 Tahun Lawless Jakarta, Bunga Fatia memberikan nama pada karyanya yakni The Complexity. Karya ini menceritakan seorang wanita yang telah menemukan dan sangat mencintai passion-nya dan berencana untuk terus bersama seumur hidup dengan passion-nya tersebut. Harapan itu akhirnya membawanya untuk dapat terus hidup dan berinovasi agar ia dan passion-nya tersebut dapat saling tetap menghidupi satu sama lain.   Menurut Bunga Fatia, ada lima elemen yang ia kombinasikan hingga tercipta karya ini antara lain, yaitu: 1. Tengkorak: Tidak ingin menghilangkan “image” logo original Lawless, maka elemen tengkorak tidak dihilangkan 2. Painting Mask: Alat yang digunakan untuk membuat grafitti, agar paru-paru dan pernafasan tatap aman dari molekul kecil cat semprot yang terpantul atau terbang setelah disemprotkan ke tembok 3. Kaleng Cat Semprot: Alat atau bahan yang digunakan untuk membuat grafitti di tembok, sebagai seorang seniman grafitti, kaleng cat semprot adalah benda favoritnya. 4. Pattern di Kaleng Cat Semprot: Sentuhan karya dari Bunga Fatia yang ada di kaleng cat semprot sebagai symbol identitasnya, garis – garis yang bersilangan dan membentuk pattern. Berjudul The Complexity 5. Rambut perempuan: Ia gambarkan sebagai representasi atas identitas perempuan Warna yang digunakan terinspirasi dari langit saat matahari terbenam. Gradasi warna dari gelap ke terang sebanyak enam warna yang terdiri dari hitam, ungu, dusty pink, pink, orange dan putih. Garis utama yang dipilih berwarna hitam, memiliki kesan yang tegas. Beberapa garis utama terlihat lebih tebal untuk memperjelas batas bagian-bagian. Beberapa garis hitam tipis dipilihnya sebagai aksen pendukung bentuk. Beberapa garis tipis putih yang terlihat pada karya merupakan highlight dan garis tipis paling luar dimaksudkan untuk menegaskan latar belakang dan kontras. Teknik dalam pembuatan karya The Complexity ini menggunakan Adobe Illustrator dan Adobe Photoshop. Digambar terlebih dahulu di atas kertas kemudian ditrace menggunakan software di atas, termasuk pengerjaan bentuk huruf. Sedangkan untuk proses coloring, Bunga Fatia menggunakan Adobe Illustrator dan juga Photoshop untuk membagi layer warnanya. Tidak lama untuk mengerjakan proyek kolaborasi ini, Bunga Fatia disela-sela kesibukannya sebagai ibu hanya membutuhkan waktu selama 1 minggu untuk fokus di depan laptop.